Avokoka Kingdom adalah sebuah perjalanan membangun pertanian dari kebun, pengamatan terhadap tanaman, pengalaman di lapangan, hingga pengembangan sistem pertanian berbasis digital.
Avokoka Kingdom berada di Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Fokus utamanya adalah pengembangan alpukat dan kakao dengan pendekatan produktif, berkelanjutan, dan terdokumentasi.
Berawal dari Kebun
Sejarah Avokoka Kingdom tidak dimulai dari sebuah gedung, kantor, atau perusahaan besar. Perjalanannya dimulai dari kebun dan dari tanaman yang tumbuh di dalamnya.
Setiap pohon memberikan pengalaman yang berbeda. Ada tanaman yang tumbuh dengan baik, ada yang menunjukkan karakter buah menarik, ada yang produktif, dan ada pula yang memberikan pelajaran melalui berbagai masalah di lapangan.
Dari sinilah muncul kebutuhan untuk tidak hanya menanam, tetapi juga mengamati, mencatat, membandingkan, dan belajar dari setiap tanaman.
Alpukat sebagai Salah Satu Fondasi
Alpukat menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Avokoka Kingdom.
Pengembangan alpukat dilakukan dengan mengamati berbagai tanaman dan karakter yang muncul di kebun. Dari proses tersebut lahir perhatian terhadap berbagai seleksi dan tanaman yang dianggap memiliki karakter menarik untuk dikembangkan.
Salah satunya adalah K7, sebuah seleksi alpukat lokal Avokoka Kingdom yang berasal dari tanaman alpukat asal biji.
K7 menjadi contoh bahwa kebun dapat menjadi tempat untuk menemukan, mengamati, dan mencatat tanaman yang memiliki karakter tertentu.
Perjalanan SAB 034
Selain seleksi lokal seperti K7, Avokoka Kingdom juga mengembangkan alpukat SAB 034.
SAB 034 menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengembangan alpukat Avokoka karena memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kondisi kebun Perbesi.
Setiap perkembangan tanaman dicatat melalui pengamatan pertumbuhan, pembungaan, produksi, buah, dan panen.
Dari sini muncul sebuah prinsip sederhana: setiap pohon mempunyai cerita.
Kakao Karo
Selain alpukat, kakao menjadi bagian penting dari pengembangan Avokoka Kingdom.
Kakao di kebun memberikan tantangan sekaligus kesempatan untuk belajar. Masalah seperti penyakit, cherelle wilt, penggerek buah kakao, dan pengelolaan tanaman menjadi bagian dari pengalaman lapangan yang terus dipelajari.
Berbagai varietas dan sumber bahan tanaman juga mulai dikumpulkan dan dicatat.
Tujuannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membangun kebun kakao yang memiliki identitas, data, dan sejarah yang dapat ditelusuri.
Dari Menanam Menjadi Mencatat
Seiring perkembangan kebun, semakin terasa bahwa jumlah tanaman dan kegiatan kebun akan sulit dikelola hanya berdasarkan ingatan.
Maka setiap pohon mulai dipandang sebagai sebuah unit yang memiliki identitas.
Pohon dapat memiliki nomor, foto, riwayat pemeliharaan, pemupukan, penyiraman, penyakit, produksi, dan panen.
Dari gagasan tersebut berkembang sistem Digital Farm Avokoka.
Setiap Pohon Mempunyai Cerita
Salah satu prinsip yang kemudian menjadi bagian dari identitas Avokoka Kingdom adalah:
Setiap pohon mempunyai cerita.
Sebuah pohon bukan hanya angka dalam jumlah populasi kebun. Pohon mempunyai umur, asal bahan tanaman, lokasi, pertumbuhan, perlakuan, produksi, dan sejarah.
Dengan memberikan identitas kepada setiap pohon, pengalaman bertani dapat berubah menjadi data yang dapat dipelajari kembali.
Digital Farm Avokoka
Dari kebutuhan tersebut dibangun sistem digital Avokoka Kingdom.
Sistem ini digunakan untuk membantu pencatatan pohon, nursery, produksi, pemupukan, penyiraman, penyakit, pemeliharaan, panen, foto, catatan, dan artikel.
Dengan sistem tersebut, kegiatan kebun tidak hanya berlangsung secara fisik di lapangan, tetapi juga memiliki catatan digital.
Data tersebut diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan kebun berdasarkan pengalaman dan catatan nyata, bukan hanya perkiraan.
Avokoka sebagai Arsip Perjalanan Kebun
Website Avokoka Kingdom kemudian berkembang menjadi lebih dari sekadar halaman informasi.
Artikel, foto, catatan, data pohon, produksi, dan perjalanan kebun dapat menjadi sebuah arsip digital.
Sejarah tanaman seperti K7 dan perjalanan SAB 034 dapat dicatat sehingga tidak hilang bersama waktu.
Catatan tersebut juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya.
Membangun untuk Jangka Panjang
Avokoka Kingdom tidak dibangun hanya untuk mengejar hasil satu musim.
Tujuannya adalah membangun sistem pertanian yang dapat berkembang dari waktu ke waktu.
Kebun, tanaman, data, pengalaman, dan pengetahuan diharapkan dapat saling terhubung sehingga setiap perkembangan menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang.
Perjalanan yang Masih Berjalan
Sejarah Avokoka Kingdom belum selesai.
Setiap pohon baru, panen baru, seleksi baru, percobaan baru, keberhasilan, maupun kegagalan di lapangan akan menjadi bagian dari sejarah berikutnya.
Karena itu, Avokoka Kingdom bukan hanya tentang apa yang sudah dibangun hari ini, tetapi juga tentang apa yang akan dipelajari dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.
Dari sebuah kebun di Perbesi, perjalanan itu terus berjalan: dari tanah, menjadi tanaman; dari tanaman menjadi data; dan dari data menjadi pengetahuan.
Inilah perjalanan Avokoka Kingdom.