AVOKOKA KINGDOM

Alpukat K7: Penemuan Sapta G. Sebayang dari Avokoka Kingdom

Artikel Avokoka Kingdom

Alpukat K7: Penemuan Sapta G. Sebayang dari Avokoka Kingdom

✍️ Sapta Sebayang • 📅 2026-09-29
Dari Banyak Biji, Ditemukan Satu Tanaman Pilihan

Setiap alpukat unggul memiliki cerita. Ada yang lahir dari program pemuliaan, ada yang ditemukan secara tidak sengaja, dan ada pula yang ditemukan melalui proses seleksi panjang di kebun.

K7 adalah cerita seleksi Avokoka Kingdom.

Dari Banyak Biji, Ditemukan Satu Tanaman Pilihan

K7 berasal dari banyak tanaman alpukat yang tumbuh dari biji. Tanaman-tanaman tersebut diamati dan dibandingkan berdasarkan karakter pertumbuhan serta potensi buahnya.

Dari proses tersebut, Sapta G. Sebayang menemukan satu tanaman yang memiliki karakter menarik dan kemudian memilihnya untuk dipertahankan dan dikembangkan.

Tanaman pilihan tersebut diberi nama K7.

Arti Nama K7

Nama K7 memiliki identitas yang berasal dari Karo. Huruf K merujuk pada Karo, sedangkan angka 7 merujuk pada Pitu atau Tujuh dalam bahasa Karo.

Karena itu, K7 juga dimaknai sebagai Karo Pitu atau Karo Tujuh.

Nama ini menjadi bagian dari upaya Avokoka Kingdom untuk membawa identitas lokal Karo dalam perjalanan pengembangan tanaman alpukat hasil seleksi sendiri.

Terinspirasi dari Kisah Hass

Dalam sejarah alpukat dunia, nama Rudolph Hass menjadi bagian penting dari kisah alpukat Hass.

K7 memiliki cerita yang berbeda. K7 bukan hasil persilangan Hass dengan SAB 034 dan bukan pula varietas yang berasal dari Hass atau SAB 034. K7 merupakan hasil seleksi tersendiri dari tanaman alpukat asal biji yang dilakukan di lingkungan Avokoka Kingdom.

Pengalaman mempelajari berbagai varietas alpukat, termasuk Hass dan SAB 034, menjadi bagian dari proses pembelajaran Avokoka Kingdom dalam memahami karakter alpukat yang bernilai dan sesuai dengan kondisi kebun.

Jika Hass memiliki kisah penemuan yang dikaitkan dengan Rudolph Hass, maka K7 memiliki kisah penemuan yang dicatat melalui Sapta G. Sebayang dan Avokoka Kingdom.

Karakter Awal Buah K7

Berdasarkan pengamatan terhadap pohon seleksi K7, buah memiliki ukuran sekitar 300–350 gram per buah.

Bentuk buah yang diamati menyerupai bola pijar lama, dengan bentuk bulat yang menjadi salah satu karakter menarik dari K7.

Karakter lain yang menarik adalah perubahan warna kulit ketika buah memasuki kematangan. Buah K7 berubah menjadi warna hitam saat matang.

Karakter tersebut menjadi salah satu dasar ketertarikan Avokoka Kingdom untuk mempertahankan K7 dan memperbanyaknya melalui sambung pucuk.

Data Awal K7

Karakter Pengamatan
Asal Seleksi Avokoka Kingdom dari tanaman asal biji
Penemu/selektor Sapta G. Sebayang
Nama K7 — Karo Pitu / Karo Tujuh
Bobot buah ±300–350 gram
Bentuk Menyerupai bola pijar lama
Warna saat matang Hitam
Perbanyakan Sambung pucuk
Status Hasil seleksi, belum varietas resmi
Lokasi pelestarian Kebun Entres Avokoka Kingdom

Pohon Induk K7

Pohon induk K7 tumbuh di lokasi yang dekat dengan rumah. Karena pertimbangan lokasi dan keamanan, pohon tersebut akhirnya dipotong pada pertengahan tahun 2026.

Namun sebelum pohon induk tersebut dipotong, K7 telah diperbanyak melalui sambung pucuk.

Tanaman hasil sambung pucuk kemudian dipindahkan ke Kebun Entres Avokoka Kingdom sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan K7.

K7 Belum Merupakan Varietas Resmi

Avokoka Kingdom menegaskan bahwa K7 saat ini belum merupakan varietas alpukat resmi yang telah dilepas atau didaftarkan sebagai varietas unggul.

K7 masih merupakan hasil seleksi Avokoka Kingdom yang berada dalam tahap pelestarian, pengembangan, pengamatan, dan pengujian.

Karena itu, penyebutan K7 dalam artikel ini merupakan identitas tanaman hasil seleksi, bukan klaim bahwa K7 telah memperoleh status varietas resmi.

Karakter K7 masih perlu diamati lebih panjang dan konsisten, antara lain terhadap pertumbuhan, pembungaan, produktivitas, karakter buah, kualitas daging, rasa, waktu panen, adaptasi lingkungan, serta kestabilan karakter pada tanaman hasil perbanyakan vegetatif.

Dari Satu Pohon Menuju Sebuah Perjalanan

K7 mungkin baru merupakan sebuah nama dan satu hasil seleksi. Namun bagi Avokoka Kingdom, sebuah varietas tidak harus selalu dicari dari tempat yang jauh.

Potensi dapat ditemukan dari tanaman yang tumbuh dari biji di sekitar kita jika kita mau menanam, mengamati, membandingkan, dan melakukan seleksi.

Dari banyak biji, ditemukan satu tanaman.

Dari satu tanaman, lahirlah K7 — Karo Pitu.

Dari K7, Avokoka Kingdom memulai perjalanan untuk membuktikan apakah karakter yang dimilikinya dapat dipertahankan, dikembangkan, dan pada suatu hari nanti layak untuk diajukan sebagai varietas.

K7 belum menjadi varietas resmi.

Namun sejarahnya telah dimulai.

K7 ditemukan melalui seleksi oleh Sapta G. Sebayang di Avokoka Kingdom, Perbesi, Karo.

Dari Karo, sebuah pohon pilihan sedang memulai perjalanannya.

← Kembali ke Artikel